Dana Desa tahun 2026 bukan sekadar anggaran pembangunan, melainkan modal sosial dan ekonomi untuk mewujudkan kehidupan desa yang lebih sejahtera.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pendamping desa, maka cita-cita “Desa Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan” akan semakin cepat tercapai.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menetapkan arah kebijakan Dana Desa Tahun 2026 sebagaimana tertuang dalam PermenPPN/Bappenas Nomor 3 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026.
Kebijakan ini menjadi pedoman bagi pemerintah desa dalam menggunakan Dana Desa secara tepat sasaran, transparan, dan bermanfaat bagi seluruh warga. Tujuannya adalah untuk mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berkeadilan sosial.
Sembilan arah kebijakan utama Dana Desa tahun 2026 yang perlu diketahui oleh masyarakat desa :
1. Mengurangi Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem
Dana Desa akan diarahkan untuk membantu keluarga miskin agar bisa keluar dari kondisi sulit. Pemerintah menggunakan data nasional sebagai dasar agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
2. Mendorong Kemandirian Pangan dan Energi
Desa didorong untuk mengembangkan ketahanan pangan dan energi sesuai potensi lokal. Contohnya seperti membuat kebun pangan desa, beternak sapi atau kambing, hingga memanfaatkan energi alternatif seperti biogas atau tenaga surya.
3. Menggerakkan Ekonomi Desa Melalui BUMDes
Desa didorong untuk mengembangkan usaha ekonomi sesuai karakteristik wilayahnya. BUMDes dan koperasi desa menjadi penggerak utama untuk membuka lapangan kerja, mengembangkan produk lokal, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
4. Membangun Infrastruktur dan Padat Karya Tunai
Dana Desa juga diarahkan untuk pembangunan jalan, jembatan kecil, air bersih, sanitasi, dan rumah layak huni. Pekerjaan dilakukan dengan sistem padat karya tunai, artinya masyarakat desa sendiri dilibatkan agar manfaatnya langsung dirasakan.
5. Meningkatkan Layanan Kesehatan di Desa
Pemerintah desa didorong untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar, termasuk pencegahan stunting, peningkatan gizi anak, dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular.
6. Memperluas Akses Pendidikan Anak Usia Dini
Dana Desa bisa membantu kegiatan pendidikan anak usia dini (PAUD) sesuai kemampuan desa. Tujuannya agar semua anak di desa mendapatkan pendidikan yang baik sejak dini.
7. Menjaga Lingkungan dan Ketahanan Iklim
Desa diharapkan aktif menjaga lingkungan, melakukan penghijauan, mengelola sampah, serta menyiapkan langkah-langkah menghadapi bencana seperti banjir atau kekeringan.
8. Mendorong Digitalisasi Desa
Pemanfaatan teknologi informasi menjadi hal penting. Desa perlu menggunakan internet untuk pelayanan publik, promosi produk lokal, pengelolaan administrasi, serta memperkuat komunikasi antarwarga.
9. Melestarikan Budaya dan Kearifan Lokal
Setiap desa memiliki budaya, adat, dan tradisi yang harus dijaga. Dana Desa bisa digunakan untuk kegiatan pelestarian budaya, kesenian, dan nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Peran Penting Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa
Keberhasilan pelaksanaan sembilan arah kebijakan Dana Desa tahun 2026 tidak lepas dari peran aktif pendamping desa dan pendamping lokal desa (PLD).
Mereka hadir di setiap desa untuk memastikan bahwa setiap program berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Berikut beberapa peran penting pendamping desa:
-
Memberikan arahan teknis dan bimbingan kepada perangkat desa dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan Dana Desa.
-
Mendampingi penguatan BUMDes dan kelompok usaha masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya saing.
-
Mendorong partisipasi masyarakat di semua tahap pembangunan desa, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
-
Membantu pelatihan dan sosialisasi terkait penggunaan teknologi, pelestarian lingkungan, dan pengelolaan keuangan desa.
-
Menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah desa, kabupaten, dan kementerian agar program berjalan selaras.
Pendamping desa bukan hanya “pengawas”, tetapi juga mitra kerja desa yang membantu menemukan solusi, memperkuat kapasitas aparat, serta menggerakkan semangat gotong royong warga